Reptil & Salmonella

Reptil & Salmonella

Saya berani bertaruh jika kebanyakan dari sobat Exotic tidak tahu bahwa kadal dan kura-kura dapat membawa bakteri berbahaya yang disebut Salmonella.

Saya suka memelihara reptil dan saya yakin sobat juga, jika tidak, mungkin tidak akan membaca artikel ini. Sobat mungkin telah memperhatikan bahwa reptil semakin populer untuk dijadikan hewan peliharaan keluarga.

Reptil seperti kura-kura, iguana, ular, kadal, gecko, kodok dan bunglon dapat menjadi hewan peliharaan yang luar biasa karena mereka menarik, pendiam, tidak memerlukan makan atau jalan-jalan setiap hari dan dapat dipelihara di dalam kandang dengan tenang.

Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan saat memiliki reptil sebagai hewan peliharaan. Reptil terkadang membawa bakteri yang disebut Salmonella dan mampu menyebabkan penyakit serius pada manusia.

Meskipun banyak yang menganggap salmonellosis sebagai penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi makanan, salmonellosis juga dapat ditularkan saat memegang reptil peliharaan atau kontak dengan habitatnya.

Sobat tidak dapat mengetahui dengan melihat kadal, ular atau kura-kura peliharaan membawa bakteri Salmonella karena terjadi secara alami di banyak jenis reptil dan bakteri biasanya tidak membuat hewan itu sendiri menjadi sakit.

Jika sobat sekeluarga pernah mengalaminya, kemungkinan besar tidak akan pernah melupakannya. Salmonellosis adalah infeksi serius pada saluran pencernaan.

Gejala Penyakit

Reptil & Salmonella

Diare adalah gejala yang paling umum dari infeksi Salmonella tetapi gejala lain seperti demam, sakit kepala, mual dan muntah juga dapat terjadi.

Kadang-kadang bisa sangat serius dan bahkan fatal bagi anak kecil, orang tua dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Salmonellosis tidak bisa dianggap enteng.

Oleh karena itu, keluarga yang memiliki balita, manula atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus berpikir dua kali untuk memiliki reptil peliharaan.

Info Pets Selanjutnya  Tips Merawat Iguana Rhinoceros

Bakteri, termasuk Salmonella, mudah ditularkan dari reptil peliharaan ke manusia. Penelitian oleh CDC menunjukkan bahwa seseorang yang merawat reptil dapat dengan mudah menularkan kuman kepada orang lain karena bakteri dapat menempel pada kulit, pakaian dan permukaan lainnya.

Cara Mengurangi Kemungkinan Terkena Penyakit Salmonellosis Saat Merawat Reptil :

  • Cuci tangan dengan sabun dan air segera setelah memegang reptil; Cuci pakaian apa pun yang mungkin disentuh reptil.
  • Jangan biarkan reptil berkeliaran di dalam rumah dengan bebas.
  • Jauhkan reptil dari area dapur.
  • Gunakan sabun atau disinfektan untuk membersihkan semua permukaan yang pernah bersentuhan dengan reptil.

Perlu diingat, reptil yang dibeli di toko hewan peliharaan atau ditangkap di alam liar tetap dapat membawa Salmonella dan mungkin bukan pilihan terbaik sebagai hewan peliharaan untuk keluarga sobat Exotic, terutama jika ada anak kecil atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah di rumah.

Perawatan Tepat Untuk Reptil Peliharaan

Perawatan reptil yang tepat sebagian besar melibatkan pembentukan lingkungan yang sehat. Untuk menjadi pemilik reptil peliharaan yang baik, sobat Exotic perlu membaca berbagai informasi tentang spesies yang dipelihara, mengerti cara identifikasi (spesies, jenis), jenis kelamin dan kelompok atau tipe individu. Jika sobat Exotic mengetahui hal-hal ini, sobat dapat mulai mengatur lingkungan untuk reptil peliharaan baru.

Ukuran dan desain kandang akan tergantung pada jenis reptil peliharaan baru, misalnya spesies arboreal (penghuni pohon) membutuhkan kandang dengan ruang vertikal yang baik. Spesies darat (penghuni darat) akan membutuhkan kandang dengan luas lantai yang baik. Sobat Exotic perlu mengetahui kisaran suhu yang diperlukan, jenis pencahayaan, jenis alas kandang, ketersediaan air, persyaratan kotak sembunyi, jenis makanan dan suplemen dan tentu saja berapa biaya semua perawatan dan peralatan ini.

Info Pets Selanjutnya  Kura-Kura Common Snapping Turtle: Kalem Di Air, Galak Di Darat!

Gunakan kandang mudah dibersihkan, mudah dilihat penghuninya dan benar-benar aman. Faktor keamanan harus diprioritaskan dalam daftar perawatan reptil. Tidak ada yang membuat tetangga lebih cemas saat mendengar perkataan sobat Exotic “Ular peliharaan saya, lepas!’ 

Perawatan reptil melibatkan kesadaran bahwa mereka menyerap kehangatan dari matahari. Sangat penting memasang pengaturan suhu dikandang yang memadai untuk hewan peliharaan baru. Lampu berjemur, pemanas batu dan lampu tidur bohlam merah/infrared akan membantu hewan peliharaan tetap hangat.

Buat setelan kandang yang membantu reptil peliharaan menghindari stres dengan menyediakan kotak sembunyi. Reptil mudah stres di atmosfer rumah, mereka tidak terbiasa dilihat. Dengan memberi mereka tempat untuk bersembunyi, mereka akan mengatasi stres dengan lebih baik dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Reptil paling cocok sebagai hewan peliharaan di rumah di mana tidak ada anak – anak kecil, karena jarang memiliki kesabaran atau kelembutan untuk menangani reptil secara efektif tanpa menyebabkan stres. Reptil juga dikenal sebagai pembawa virus salmonella dan anak-anak lebih rentan terhadap virus ini daripada orang dewasa.

Dengan beberapa tindakan pencegahan, dan persiapan yang tepat, reptil dapat menjadi hewan peliharaan yang unik dan menarik. Jika sobat Exotic memilih untuk memiliki hewan peliharaan reptil, luangkan waktu untuk membaca tentang cara perawatan reptil, buatlah pilihan jenis hewan peliharaan yang cocok dan siapkan lingkungan yang akan mereka nikmati sebelum sobat Exotic menyambut mereka di rumah.

 

Gwen

Top